Dongeng, Pegon, dan Sahabat Anak, DP3AKB Jember di Tengah Anak-anak di Ambulu
Ambulu, Jember – 21 September 2025 Balai RW Institute – Kemah Dongeng Indonesia 2025 (KEDAI 2025) yang berlangsung di halaman SDN Andongsari 02 Ambulu menjadi ruang pertemuan hangat antara anak-anak dan para sahabat literasi. Di tengah tenda-tenda yang tertata rapi dan semangat anak-anak yang mengalir bebas, Sugeng Riyadi, SE, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Kabupaten Jember, hadir bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai sahabat anak.
Sugeng duduk bersama anak-anak, mendengarkan cerita mereka, menanggapi dengan senyum dan candaan ringan, serta mengajak mereka bermain tebak-tebakan sederhana. Ia menyampaikan bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan aman, gembira, dan kreatif. Dalam sesi di Taman Baca Masyarakat (TBM) RIMBA WatuKebo Andongsari, setelah kegiatan jelajah situs Watukebo menggunakan 3 Pegon dari lokasi kemah, Sugeng menyampaikan, “Anak-anak itu punya hak untuk tumbuh dengan gembira, aman, dan kreatif. Kalau kalian berani bercerita, berani bertanya, dan berani mencoba hal baru, itu tandanya kalian hebat.”
Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk berbagi cita-cita, mulai dari ingin menjadi guru, dokter, hingga berani mendongeng di depan teman-temannya. Semua ekspresi anak-anak disambut dengan tepuk tangan dan sorakan kecil, menciptakan suasana yang akrab dan mendukung. Sugeng juga menekankan bahwa dongeng bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan untuk menanamkan nilai kehidupan. “Lewat dongeng, kita bisa belajar tentang kejujuran, keberanian, dan persahabatan. Jadi, jangan malu untuk mendongeng atau mendengarkan cerita, karena dari sana kita bisa jadi anak yang kreatif dan peduli,” ujarnya.
Kehadiran DP3AKB melalui Kabid Perlindungan Anak di KEDAI 2025 menjadi bukti komitmen Kabupaten Jember sebagai kabupaten ramah anak. Kegiatan ini turut didukung oleh Dispusip Kabupaten Jember, Dispendik Kabupaten Jember, Bank Indonesia, Balai Bahasa Jawa Timur, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Kemdikdasmen RI. Dengan pendekatan sederhana dan penuh empati, Sugeng Riyadi berhasil menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk berekspresi dan merasa dihargai.
Di bawah langit cerah Ambulu, anak-anak pulang membawa cerita baru dari KEDAI 2025—bukan hanya dari dongeng, tetapi juga dari pengalaman berharga bertemu seorang sahabat yang peduli pada masa depan mereka.